Macro Update - RAPBN 2027: Making Every Rupiah Work Harder
2027 is no longer about spending more—it is about making each rupiah work harder Defisit fiskal ditargetkan menyempit menjadi 2,4% terhadap PDB (IDR671,2tr), seiring pertumbuhan pendapatan negara sebesar 8,6% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan belanja sebesar 6,6%, meski pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi 6%. Penyesuaian fiskal justru terlihat lebih jelas di balik angka headline: rata rata pertumbuhan anggaran 10 K/L terbesar berbalik menjadi 1,4% YoY dari +38,5% pada 2026, sementara belanja pegawai turun tajam 34,8%. Dengan demikian, tantangan fiskal bergeser: setelah 2026 menjadi fase pembangunan dan ekspansi kapasitas, 2027 akan menjadi ujian apakah struktur belanja yang lebih ramping tetap mampu menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi.
