Indosat (ISAT IJ) - Strong 1H26, Monetisation Phase Next
ISAT membukukan EBITDA 2Q26 yang solid di IDR7,4tr (+1,6% QoQ, +14,2% YoY), ditopang pengelolaan biaya yang lebih ketat di seluruh lini sehingga margin EBITDA naik ke 47,7% (2Q25: 47,6%), sedikit di atas estimasi kami/konsensus di 52,1%/51,1% (rata rata 3 tahun: 52,4%). Laba inti naik ke IDR1,6tr (+5,8% QoQ, +51,6% YoY), di atas kami/konsensus di 54,2%/49,1% (rata rata 3 tahun: 46,8%). Laba bersih tercatat IDR2,8tr (+88,9% QoQ, +175,1% YoY), terdorong keuntungan one off IDR1,5tr dari divestasi FiberCo.
ISAT membukukan EBITDA 2Q26 yang solid di IDR7,4tr (+1,6% QoQ, +14,2% YoY), ditopang pengelolaan biaya yang lebih ketat di seluruh lini sehingga margin EBITDA naik ke 47,7% (2Q25: 47,6%), sedikit di atas estimasi kami/konsensus di 52,1%/51,1% (rata-rata 3 tahun: 52,4%). Laba inti naik ke IDR1,6tr (+5,8% QoQ, +51,6% YoY), di atas kami/konsensus di 54,2%/49,1% (rata-rata 3 tahun: 46,8%). Laba bersih tercatat IDR2,8tr (+88,9% QoQ, +175,1% YoY), terdorong keuntungan one-off IDR1,5tr dari divestasi FiberCo.
Pendapatan 2Q26 sejalan di IDR15,4tr (+1,4% QoQ, +14,0% YoY), didorong pertumbuhan pendapatan mobile yang kuat +13,2% YoY serta akselerasi kontribusi GPU sebesar USD17mn yang mengangkat pendapatan MIDI +19,4% YoY. ARPU mobile mencetak rekor tertinggi di IDR46,0k (+1,8% QoQ, +19,5% YoY), dengan trafik data 5,0k PB (+1,6% QoQ, +15,2% YoY). Pelanggan turun ke 93,4mn (-2,1% YoY), namun konsumsi per pelanggan naik ke 53,4GB/sub (+17,7% YoY) dan data yield relatif stabil di IDR2,6/MB (-1,8% YoY).
Manajemen memposisikan 5G sebagai cerita monetisasi, bukan perlombaan kecepatan, dengan prioritas pada kapasitas jaringan dan peningkatan user experience seiring pita 700MHz dan 2,6GHz yang baru diperoleh mulai dapat digunakan pada Agustus, dan jaringan siap pada Oktober. HiFi Air 5G (FWA) dirancang menangkap peluang broadband dari kapasitas baru tersebut. Guidance capex dinaikkan ke IDR23tr (dari IDR13tr), di luar NeoCloud, yang membawa pendapatan terkontrak USD1,2-1,5bn selama lima tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun dan seluruh cluster live pada Oktober. Guidance pendapatan dan EBITDA FY26F direvisi naik ke pertumbuhan high-single-digit.
Kami mempertahankan rekomendasi BUY dengan revisi TP ke IDR2.700 (dari IDR2.800), mengimplikasikan 4,8x EV/EBITDA FY27F. Pasca hasil 1H26 yang solid, kami menaikkan pendapatan FY26F/27F sebesar +1,7%/+1,7% dan EBITDA +1,3%/+1,8%, sembari memangkas asumsi margin EBITDA ke 46,5%/47,2% untuk mencerminkan pembayaran upfront spektrum. Kami juga menggeser basis valuasi ke FY27F dan menaikkan asumsi risk-free rate ke 7,5% (dari 6,5%), sehingga WACC naik ke 12,1% (dari 11,7%). Risiko utama: perbaikan ARPU lebih lambat, pertumbuhan pelanggan lebih lemah, dan risiko eksekusi AI/GPUaaS.
